[ad_1]

loading…
Dunlop dan Falken kini menyatu, meski menyasar target market yang berbeda. Foto: Dunlop
Ternyata, ini adalah manuver korporat besar-besaran PT Sumi Rubber Indonesia (Surindo) untuk melancarkan serangan dua penjuru di pasar otomotif Tanah Air.
Langkah ini adalah bagian dari strategi global raksasa industri karet asal Jepang, Sumitomo Rubber Industries Ltd. (SRI), yang akhirnya dieksekusi di Indonesia.
Namun, apa sebenarnya arti “perkawinan” dua merek ini bagi konsumen?
Untuk memahami langkah ini, kita perlu mengenal konsep segmentasi pasar. Perusahaan besar sering kali memiliki beberapa merek di bawah satu atap untuk menargetkan kelompok konsumen yang berbeda.
Tujuannya adalah untuk merebut pangsa pasar seluas mungkin tanpa merusak citra merek utama.
Inilah yang dilakukan Surindo. Alih-alih memaksa Dunlop untuk menjadi sporty dan menyasar anak muda (yang bisa merusak citranya), mereka “mempersilakan” Falken, yang DNA-nya memang sudah sporty, untuk mengisi ceruk pasar tersebut.
“Mulai bulan Juli, seluruh Dunlop Shop di Indonesia tidak hanya menjual Dunlop tetapi juga Falken. Konsumen kini memiliki opsi ban yang lebih beragam dan berkualitas,” ujar Hesron Hutabarat, GM Replacement Sales & Retail Support PT Surindo.
[ad_2]