Manchester City kini berada dalam situasi genting dan terancam menghadapi gelombang eksodus pemain bintang. Gelandang andalan mereka, Rodri, dilaporkan sangat ingin meninggalkan Etihad Stadium demi kembali ke Spanyol untuk memperkuat Real Madrid.
Langkah ini menyusul kabar bahwa Pep Guardiola segera mengakhiri era emasnya bersama The Citizens.
Menurut laporan media Spanyol, rencana kepergian Guardiola menjadi titik balik besar bagi masa depan Rodri. Setelah hampir satu dekade mendominasi sepak bola Inggris, juru taktik asal Catalonia itu dipastikan akan berpisah dengan City di akhir musim. Keputusan ini otomatis memicu perombakan massal dalam rencana skuad Manchester City.
Raksasa Liga Inggris ini benar-benar terancam kehilangan pilar-pilar pentingnya sekaligus. Bernardo Silva sudah dipastikan bakal angkat kaki dari Etihad di akhir musim.
Jika Manchester City juga harus kehilangan Guardiola dan Rodri secara bersamaan, bukan tidak mungkin klub asuhan Sheikh Mansour ini akan terjerumus ke dalam krisis besar.
Bagi Rodri, Guardiola bukan sekadar pelatih, melainkan sosok yang berhasil menyulapnya menjadi gelandang bertahan terbaik di dunia saat ini. Oleh karena itu, begitu sang mentor memutuskan pergi, ikatan terkuat yang menahan Rodri di Manchester pun perlahan mulai goyah.
Di sisi lain, Real Madrid sudah sejak lama membidik bintang berusia 29 tuổi tersebut sebagai target utama. Sejak Toni Kroos pensiun, Los Blancos kehilangan sosok jenderal lapangan tengah yang mampu mengatur tempo permainan dan menjaga keseimbangan taktik.
Rodri dinilai sebagai kepingan puzzle yang sempurna untuk membangun kembali kedigdayaan lini tengah Madrid, yang dulunya pernah sangat dominan bersama trio Kroos, Luka Modric, dan Casemiro.
Rumor transfer ini kian memanas seiring dengan kabar bahwa Real Madrid akan segera memulai era baru di bawah komando Jose Mourinho. Pelatih berjuluk The Special One tersebut dikabarkan sudah mencapai kesepakatan verbal untuk kembali ke Santiago Bernabeu, dan ia telah menempatkan nama Rodri di daftar prioritas nomor satu pada bursa transfer mendatang.
Memiliki postur tubuh yang ideal, kemampuan distribusi bola yang ciamik, serta visi taktis yang luar biasa, Rodri merupakan tipe gelandang modern yang sangat langka. Jika Real Madrid berhasil merayunya, Santiago Bernabeu dipastikan akan menyambut sosok pemimpin baru di lini tengah mereka.
Pep Guardiola Mendadak Pamit dari Manchester City, Pemain Syok Berat
Ruang ganti Manchester City dilaporkan langsung dilanda kekacauan hebat. Kabar mengejutkan datang setelah sang manajer, Pep Guardiola, dilaporkan mengambil keputusan bulat untuk meninggalkan Etihad Stadium.
Melansir laporan The Sun, juru taktik asal Spanyol itu disebut sangat marah karena rencana kepergiannya bocor ke publik lebih cepat dari jadwal. Di sisi lain, para pemain Man City benar-benar dibuat tercengang dan syok berat mendengar kabar ini.
Padahal, baru beberapa hari lalu—tepatnya setelah merayakan gelar juara FA Cup—Guardiola sempat menegaskan kepada skuadnya bahwa ia akan tetap bertahan di Etihad untuk musim depan.
Namun, situasi berbalik 180 derajat dalam sekejap. Berita mundurnya Guardiola mendadak meledak di berbagai media pada Selasa (19/5) dini hari waktu setempat. Rumor ini langsung memicu kepanikan di internal skuad The Citizens, terlebih karena mereka baru saja melewati musim yang penuh dengan dinamika pasang surut.
Menyikapi situasi yang makin liar, The Sun membocorkan bahwa Guardiola langsung mengumpulkan seluruh pemainnya dalam sebuah panggilan video (Zoom/online meeting) darurat pada malam hari.
Dalam pertemuan virtual tersebut, pelatih berusia 55 tahun itu mengonfirmasi bahwa ia memang akan angkat kaki dari Manchester City begitu musim ini berakhir. Guardiola juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada para pemain karena kabar penting ini justru pertama kali mereka ketahui dari media massa.
Berdasarkan sumber internal klub, Guardiola sebenarnya ingin bicara empat mata secara langsung dengan para pemain dan staf kepelatihan, sebelum pihak klub merilis pengumuman resmi ke publik.
Kepergian Guardiola dipastikan bakal menandai akhir dari sebuah era emas sekaligus awal transisi besar-besaran di kubu Manchester Biru. Selama hampir satu dekade menakhodai tim, mantan pelatih Barcelona itu sukses menyulap Man City menjadi penguasa absolut sepak bola Inggris lewat gelontoran trofi bergengsi, termasuk gelar juara Liga Champions dan rentetan trofi Premier League.