Puasa Tarwiyah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah, tepat sehari sebelum puasa Arafah. Ibadah ini merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Bagi umat Muslim yang menjalankannya, momen berbuka puasa menjadi waktu yang mustajab untuk berdoa.
Bacaan Doa Buka Puasa Tarwiyah
Pada dasarnya, doa buka puasa Tarwiyah sama dengan doa buka puasa pada umumnya, baik puasa wajib Ramadhan maupun puasa sunnah lainnya. Berikut adalah dua versi doa yang populer digunakan:
1. Doa Buka Puasa Versi Riwayat Imam Bukhari dan Muslim
Arab: اَللّٰهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
Latin: Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika afthartu birahmatika yaa arhamar raahimiin.
Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka, dengan rahmat-Mu wahai Tuhan Yang Maha Penyayang.”
2. Doa Buka Puasa Versi Riwayat Abu Dawud
Arab: ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Latin: Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru in syaa Allah.
Artinya: “Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat, dan tetaplah pahala, insya Allah.”
Bagi Anda yang ingin melaksanakan puasa ini, niat dapat dilafalkan pada malam hari atau sebelum waktu subuh tiba. Berikut bacaannya:
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillaahi ta’aalaa.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta’ala.”
Keutamaan Puasa Tarwiyah
Melaksanakan puasa pada tanggal 8 Dzulhijjah memiliki keistimewaan tersendiri. Berdasarkan beberapa keterangan ulama, berikut adalah keutamaannya:
- Menghapus Dosa: Puasa Tarwiyah diyakini dapat menghapus dosa satu tahun yang telah lalu.
- Amalan di Hari Mulia: Rasulullah SAW bersabda bahwa tidak ada hari-hari yang amal shalihnya lebih dicintai Allah selain sepuluh hari pertama Dzulhijjah.
- Mendekatkan Diri pada Allah: Menjalankan sunnah di saat jamaah haji mulai bersiap menuju Mina (hari Tarwiyah).
FAQ: Pertanyaan Seputar Puasa Tarwiyah
1. Kapan Puasa Tarwiyah 2024 dilaksanakan?
Berdasarkan kalender Hijriah, 8 Dzulhijjah 1445 H jatuh pada pertengahan Juni 2024. Namun, penetapan resmi di Indonesia mengikuti sidang isbat pemerintah.
2. Bolehkah menggabung puasa Tarwiyah dengan qadha Ramadhan?
Menurut mayoritas ulama, diperbolehkan menggabung niat puasa sunnah dengan puasa wajib (qadha), dengan catatan niat utamanya adalah membayar hutang puasa Ramadhan.
3. Apa perbedaan Puasa Tarwiyah dan Arafah?
Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada 8 Dzulhijjah, sedangkan Puasa Arafah dilaksanakan pada 9 Dzulhijjah (saat jamaah haji wukuf di Arafah).
Kesimpulan
Mengamalkan puasa Tarwiyah adalah bentuk ketaatan untuk meraih keberkahan di bulan Dzulhijjah. Dengan membaca doa buka puasa yang tulus, kita berharap amalan tersebut diterima oleh Allah SWT dan menjadi penggugur dosa-dosa kita. Pastikan untuk memantau pengumuman resmi pemerintah terkait tanggal 1 Dzulhijjah untuk menentukan jadwal puasa yang tepat.