[ad_1]
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5363063/original/046315400_1758880471-r73lAY3AIW.jpg)
1. Kotoran Telinga Hitam
Mengutip situs resmi Ciputra, warna hitam biasanya muncul karena kotoran sudah lama menumpuk di dalam telinga. Teksturnya cenderung padat, tebal, dan lengket. Kondisi ini sering dialami orang yang bekerja di lingkungan berdebu atau kotor.
2. Kotoran Telinga Cokelat Tua
Kotoran cokelat tua masih dianggap normal, terutama pada orang yang lebih tua. Namun, jika menumpuk tanpa dibersihkan, bisa memicu gangguan pendengaran, nyeri, atau pusing. Jadi, penting tetap menjaga kebersihan telinga meskipun warnanya tampak normal.
3. Kotoran Telinga Hijau
Kotoran telinga hijau mengindikasikan adanya infeksi telinga. Biasanya disertai bau tidak sedap dan kadang menimbulkan rasa nyeri. Kondisi ini perlu segera diperiksakan ke dokter agar tidak memburuk.
4. Kotoran Telinga Putih
Pada sebagian kasus, warna putih masih normal, tetapi bisa juga menjadi tanda infeksi. Beberapa obat tetes atau semprotan telinga dapat membuat warnanya terlihat lebih pucat. Namun, bila perubahan terjadi mendadak tanpa obat, sebaiknya segera waspada.
5. Kotoran Telinga Merah
Warna merah menandakan bercampurnya kotoran dengan darah. Hal ini bisa terjadi akibat cedera pada liang telinga atau perforasi gendang telinga. Biasanya berbentuk cairan lengket, dan sebaiknya segera diperiksakan ke dokter.
[ad_2]