
PASANGAN ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, memastikan tempat di final Australia Open 2026 setelah melewati laga sengit tiga gim melawan wakil Taiwan, Chen Cheng Kuan/Liu Kuang Heng, di Sydney, Sabtu (13/6). Unggulan ketiga itu menang dengan skor 21-18, 19-21, 23-21 dalam pertarungan yang berlangsung ketat dan menguras tenaga. Kemenangan tersebut sekaligus mengantar Sabar/Reza menembus partai puncak pertama mereka sepanjang musim 2026.
Sabar mengakui pertandingan semifinal berlangsung sangat berat, baik secara fisik maupun mental. Namun, dia bersyukur mampu membawa pulang kemenangan pada momen-momen krusial.
“Alhamdulillah bisa memenangkan pertandingan yang sangat tidak mudah. Benar-benar tough match tadi, benar-benar capek banget, pikiran capek, badan capek. Tapi bersyukur kami dikasih rezeki buat ke final. Mudah-mudahan besok di final bisa memberikan yang terbaik,” ucap Sabar.
Pada gim pembuka, Sabar/Reza mampu mengendalikan permainan dan merebut kemenangan 21-18. Namun pasangan Taiwan memberikan perlawanan lebih agresif pada gim kedua hingga memaksa pertandingan berlanjut ke gim penentuan setelah menang 21-19.
Duel semakin menegangkan pada gim ketiga. Kedua pasangan saling kejar angka hingga memasuki fase deuce. Sabar/Reza akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 23-21 untuk mengamankan tiket final. Menghadapi laga puncak, Sabar mengatakan fokus utama kini adalah pemulihan kondisi fisik sebelum mempelajari kembali calon lawan yang pernah mereka hadapi di Indonesia Open beberapa waktu lalu.
“Untuk besok pastinya sekarang fokus recovery dulu lalu kami akan belajar dari pertemuan yang kemarin. Mudah-mudahan pola main yang kemarin di Indonesia Open bisa kembali diterapkan dengan baik. Dan mudah-mudahan kondisi kami bisa kembali fit 100% besok,” katanya.
Sementara itu, Reza menilai lawan yang dihadapi kali ini menunjukkan kualitas berbeda dibanding pasangan Taiwan yang pernah mereka temui sebelumnya. Menurutnya, agresivitas dan daya tahan lawan sempat membuat mereka kesulitan mengembangkan permainan.
“Sebenarnya kami sudah pernah bertemu dengan mereka tapi dengan partner berbeda. Jadi mereka daya tahannya lebih kuat, tekanannya lebih ada daripada pasangan sebelumnya. Kami sempat kewalahan juga menghadapi pola main mereka yang sangat-sangat agresif,” tutur Reza.
Keberhasilan melaju ke final menjadi suntikan moral penting bagi pasangan Indonesia tersebut setelah menjalani beberapa turnamen dengan hasil yang belum sesuai harapan.
“Pastinya senang banget bisa masuk final pertama di tahun ini setelah hasil-hasil yang kurang baik,” ucap Reza. (E-4)