Mantan bintang film dewasa asal Jepang, Maria Ozawa, menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak menyesali keputusan masa lalunya untuk terjun ke industri Adult Video (AV). Dalam sebuah tayangan vlog bersama jurnalis senior Filipina, Julius Babao, perempuan yang akrab disapa Miyabi ini blak-blakan menceritakan awal mula kariernya hingga misinya menjadi “suara” bagi para pemeran AV lainnya.
Maria memulai debutnya di industri AV saat masih berusia 18 tahun. Ia kemudian memutuskan menyudahi kariernya sekitar tahun 2009–2010, tepat ketika namanya berada di puncak popularitas.
Awal ketertarikan Maria pada industri ini bermula dari rekomendasi seorang rekan kerja di tempat ia bekerja paruh waktu di Jepang. Temannya tersebut menceritakan peluang besar untuk pergi ke luar negeri dan menjadi cukup terkenal hingga bisa memiliki program TV atau radio sendiri.
“Saat itu saya baru 18 tahun dan masih sangat muda, bukan? Saya berpikir, kalau saya terkenal, saya bisa bepergian ke berbagai tempat. Saya memang ingin keluar dari Jepang dan ingin populer. Jika saya cukup terkenal, mungkin saya bisa menjadi suara bagi industri ini agar orang lain bisa melihat industri ini dari sudut pandang yang berbeda,” kenang Maria, seperti dikutip dari Abs Cbn.
Meski mengaku sudah lupa dengan video pertama yang ia rekam, Maria masih ingat betul betapa baiknya kru film yang bekerja bersamanya. Ia menegaskan bahwa semua orang di lokasi syuting bekerja secara profesional dan penuh rasa hormat, sangat berbeda dari stigma negatif yang selama ini beredar di masyarakat.
Diusir dari Rumah oleh Sang Ibu
Keputusan besar ini tentu memicu konflik keluarga. Maria mengungkapkan bahwa dirinya sempat diusir dari rumah karena sang ibu menentang keras pekerjaannya. Namun, hal itu tidak menyurutkan fokusnya untuk mandiri dan meraih impian.
“Ketika saya mulai, mereka (keluarga) mengetahuinya dalam waktu sebulan karena melihat papan reklame dan majalah. Ibu saya adalah tipe orang tua Asia yang keras, sekali kamu membuatnya marah, dia akan sangat marah. Tapi saya sudah meyakinkan diri sendiri bahwa saat berusia 18 tahun atau setelah lulus, saya harus hidup mandiri. Saya harus keluar dari lingkungan beracun itu,” ujarnya.
Alasan Pensiun Dini di Puncak Karier
Banyak penggemar yang sempat heran mengapa Maria memilih pensiun dini saat namanya sedang naik daun. Mengenai hal ini, ia mengaku memiliki strategi tersendiri. Ia ingin mundur selagi orang-orang masih memujanya.
“Jika kamu keluar saat kamu sudah tidak terkenal lagi, semua orang pasti sudah melupakanmu. Jadi, kamu harus keluar (saat masih populer). Saya tidak ingin berakhir telantar di jalanan,” tegasnya.
Sukses Jadi Pengusaha di Filipina
Pilihan Maria terbukti tepat. Setelah menyudahi perannya di industri AV, namanya tetap menjual.
Ia sukses melebarkan karier ke beberapa negara Asia, membintangi sejumlah iklan, hingga bermain dalam film layar lebar. Kini, Maria menetap di Filipina dan sukses mengelola beberapa bisnis hiburan, seperti lounge dan klub malam bersama rekan bisnisnya.
Maria kembali menekankan bahwa ia tidak pernah menyesali keputusannya masuk ke industri AV karena jalan itulah yang memberinya kehidupan yang ia inginkan sekarang. Ia juga meyakinkan publik bahwa industri AV tidak segelap yang dibayangkan orang.
“Secara mental, saya harus kuat dan stabil. Saya belajar bahwa industri ini sebenarnya tidak segelap yang dipikirkan orang-orang, dan itu adalah citra baik yang saya dapatkan. Hal itulah yang ingin saya bagikan kepada masyarakat luas. Saya ingin menjadi suara bagi para perempuan di industri AV, dan saya sangat senang karena setidaknya orang-orang mau mendengarkan apa yang ingin saya sampaikan,” tutupnya.