Seorang pria di China menjadi perbincangan luas setelah memilih cara tak biasa untuk menjemput mempelai wanitanya pada hari pernikahan.
Alih-alih menggunakan mobil mewah atau iring-iringan kendaraan pengantin pada umumnya, ia justru menghadirkan sembilan truk tangki septik sebagai bagian dari prosesi sakral tersebut.
Peristiwa unik ini terjadi pada 28 Maret 2026 di Kabupaten Suixi, Provinsi Anhui, yang merupakan kampung halaman mempelai pria bernama Pan Haonan. Aksi tersebut langsung menyita perhatian publik dan viral di media sosial. Rekaman video prosesi pernikahan itu bahkan ditonton jutaan kali dan memicu beragam reaksi dari warganet.
Pan diketahui berasal dari keluarga yang telah lama berkecimpung dalam bisnis pengangkutan limbah. Ayahnya telah menjalani profesi tersebut selama lebih dari 20 tahun di Cixi, Provinsi Zhejiang.
Setelah sempat menempuh pendidikan tinggi dan meraih gelar sarjana di bidang penyuntingan film, Pan akhirnya memilih bergabung dengan usaha keluarga pada 2023, menyusul kegagalan bisnis rintisan yang sebelumnya ia dirikan.
Dalam kesehariannya, Pan bertugas memimpin para pekerja yang mengoperasikan truk tangki septik, sementara sang ayah menangani pesanan dari pelanggan secara daring. Latar belakang itulah yang kemudian menginspirasi Pan untuk menghadirkan sentuhan personal dalam pernikahannya.
https://www.youtube.com/watch?v=shorts/tBRh
Keputusan menggunakan truk tangki septik sebagai kendaraan pengantin awalnya memicu kekhawatiran, terutama dari pihak keluarga. Namun, sang calon istri, Li Yaqing, justru menyambut ide tersebut dengan antusias. Ia menilai konsep tersebut sebagai sesuatu yang berbeda dan bermakna.
“Rombongan pernikahan seperti ini terasa romantis. Saya tidak melihat pekerjaannya berbeda dengan pekerjaan lain. Ia bekerja keras untuk mencari uang, dan itu yang paling saya hargai,” ujar Li seperti dikutip Mashable Indonesia dari South China Morning Post.
Li juga mengungkapkan bahwa orang tua Pan sempat menolak gagasan tersebut. Namun setelah ia menyatakan tidak keberatan, keluarga akhirnya memberikan restu.
Sebelum digunakan, seluruh truk telah dibersihkan secara menyeluruh dan dihias dengan ornamen bunga kertas berwarna merah yang identik dengan simbol kebahagiaan dalam budaya China.
Dari sembilan kendaraan yang digunakan, dua di antaranya merupakan milik perusahaan keluarga Pan, sementara sisanya dipinjam dari rekan-rekan sesama pelaku industri.
Pan mengaku terharu dengan dukungan yang ia terima, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Salah satu bentuk dukungan datang dalam bentuk spanduk ucapan selamat yang terpasang di salah satu truk, yang berbunyi, “Rekan dari Hefei di Anhui mengucapkan selamat menikah kepada Raja Tinja Haonan.”
Di balik keunikan tersebut, Pan juga berbagi pandangannya mengenai profesi yang ia jalani. Ia menegaskan bahwa pekerjaan di bidang pengangkutan limbah seringkali dipandang sebelah mata, padahal memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya bangga dengan pekerjaan saya,” kata Pan. “Meskipun kami melakukan pekerjaan paling kotor dan berbau, uang yang kami hasilkan bersih. Dibandingkan pekerjaan lain, industri kami cukup stabil.”
Ia juga menekankan bahwa keberadaan profesi tersebut akan selalu dibutuhkan. “Selama manusia masih makan dan pergi ke toilet, kami akan selalu dibutuhkan. Selama masih ada saluran pembuangan, kami tetap diperlukan,” ujarnya.
Pan menyebut penghasilannya mencapai sekitar 30.000 yuan per bulan atau setara dengan puluhan juta rupiah. Ia juga mengungkapkan bahwa meski bekerja dengan truk tangki septik, ia menggunakan mobil pribadi keluarganya untuk aktivitas di luar pekerjaan.
Respons publik terhadap aksi Pan terbelah. Sebagian memberikan apresiasi atas kejujuran dan kebanggaannya terhadap profesi yang dijalani.
“Salut untuk Pan Haonan. Menurut saya, dia pria yang jujur dan dapat diandalkan,” tulis seorang pengguna internet.
Namun, tidak sedikit pula yang mengkritik langkah tersebut. “Saya tidak mendukung dan tidak menganjurkan tindakan tersebut. Pernikahan adalah momen yang bahagia, serius, dan sakral. Ia melakukan itu hanya untuk mencari perhatian,” komentar warganet lainnya.
Terlepas dari pro dan kontra, kisah Pan Haonan menjadi cerminan bahwa makna sebuah pernikahan tidak selalu ditentukan oleh kemewahan, melainkan oleh nilai, kejujuran, dan cara pasangan tersebut merayakan perjalanan hidup mereka bersama.