Momen emosional terjadi dalam pemutaran spesial tengah malam film The Fast and the Furious di Festival Film Cannes ketika Vin Diesel tak kuasa menahan air mata saat mengenang mendiang Paul Walker.
Suasana haru menyelimuti acara setelah film legendaris yang menjadi awal franchise Fast & Furious itu mendapat standing ovation panjang dari para penonton yang memadati bioskop.
Kehadiran Diesel di Cannes menjadi sorotan besar, terutama karena film yang pertama kali dirilis pada 2001 tersebut kini dianggap sebagai salah satu film aksi klasik modern.
Emosi sang aktor semakin terasa ketika ia kembali menyaksikan chemistry dan hubungan persaudaraannya dengan Paul Walker di layar lebar.
Tak hanya Diesel yang terlihat terharu. Rekan-rekan sesama pemain seperti Jordana Brewster dan Michelle Rodriguez juga tampak menyeka air mata. Putri Paul Walker, Meadow Walker, yang turut hadir dalam acara tersebut pun ikut larut dalam suasana emosional malam itu.
Sebelum pemutaran dimulai, Diesel sempat berbicara di hadapan penonton yang memenuhi ruangan. Ia mengungkapkan rasa kagumnya terhadap sambutan luar biasa yang diberikan oleh publik Cannes dan memberikan penghormatan khusus kepada direktur festival, Thierry Frémaux.
“Thierry, dari mana kamu mendapatkan semua orang ini? Ini luar biasa. Saya belum pernah melihat pemutaran tengah malam seperti ini sepanjang hidup saya,” ujar Diesel disambut tepuk tangan meriah penonton seperti dilansir Mashable Indonesia dari Variety
Aktor yang identik dengan karakter Dominic Toretto tersebut kemudian mengenang perjalanannya menuju Cannes puluhan tahun lalu, jauh sebelum dirinya dikenal sebagai bintang film dunia. Ia mengungkapkan percakapannya dengan Frémaux saat makan siang sebelum acara berlangsung.
“Kamu mengatakan sesuatu yang tidak akan pernah saya lupakan. Kamu bilang, ‘Vin, 31 tahun lalu kamu datang ke sini sebagai sutradara, penulis, dan aktor film pendek. Saat itu kamu hanya membawa tas laundry sebagai koper.”
“Tidak ada seorang pun di dunia yang mengenalmu.’ Lalu kamu berkata, ‘Alasan kenapa sangat spesial kamu berada di sini sekarang adalah karena, dalam pikiranku, kamu lahir di Cannes,’” kata Diesel.
Sambutan hangat dari penonton terus mengalir sepanjang malam. Teriakan “kami mencintaimu” beberapa kali terdengar dari dalam bioskop. Diesel bahkan sempat bercanda mengenai lamanya ia berbicara di atas panggung.
“Lupakan filmnya. Saya cuma ada di sini sekali seumur hidup,” ucapnya sambil tertawa.
Meski demikian, momen paling emosional muncul ketika Diesel mulai membahas hubungan persaudaraannya dengan Paul Walker. Ia menyebut film tersebut sebagai simbol persahabatan dan keluarga yang menjadi fondasi utama franchise Fast & Furious sejak awal.
“Film ini adalah film yang memperkenalkan arti persaudaraan bagi generasi kita, oleh saya dan saudara saya, Pablo,” kata Diesel, menggunakan nama panggilan Paul Walker.
Ia juga menjelaskan bahwa Meadow Walker menjadi sosok penting yang mendampinginya dalam acara tersebut.
“Dan orang yang tidak ingin saya datang sendiri untuk mewakili persaudaraan itu adalah Meadow Walker,” lanjutnya.
Diesel kemudian mengungkapkan alasan utama mengapa franchise Fast & Furious masih terus berlanjut hingga sekarang. Menurutnya, loyalitas penggemar menjadi kekuatan terbesar bagi seluruh tim produksi untuk menyelesaikan saga panjang tersebut.
“Saya ingin kalian tahu, satu-satunya alasan kami membuat film penutup ‘Fast’ untuk tahun 2028 adalah karena setiap dari kalian yang telah memberikan hati dan loyalitas kepada kami. Kalian membuat kami terus melanjutkan semuanya. Kalian membuat kami ingin membuat kalian bangga,” ujar Diesel.
Ia menutup pidatonya dengan kalimat penuh emosi yang langsung disambut tepuk tangan panjang penonton.
“Apa yang akan kalian tonton malam ini adalah awal dari satu kata, dan kata itu adalah cinta. Saya mencintai kalian semua.”
Film The Fast and the Furious menjadi awal kesuksesan besar bagi Universal Pictures. Franchise tersebut kini tercatat sebagai salah satu waralaba film paling sukses sepanjang sejarah Hollywood dengan pendapatan global lebih dari US$7 miliar atau sekitar Rp114 triliun.
Selama 25 tahun terakhir, franchise ini telah melahirkan 11 film layar lebar, termasuk spin-off Hobbs & Shaw. Film pertamanya yang disutradarai Rob Cohen sukses meraup pendapatan global mencapai US$207 juta atau sekitar Rp3,3 triliun dari anggaran produksi sekitar US$38 juta atau Rp617 miliar.
Popularitas franchise tersebut terus meningkat dari tahun ke tahun. Film Furious 7 dan The Fate of the Furious bahkan berhasil menembus pendapatan lebih dari US$1 miliar di box office global. Sementara Fast X disebut memiliki biaya produksi mencapai lebih dari US$300 juta atau sekitar Rp4,8 triliun.
Film terakhir franchise ini yang diberi judul Fast Forever dijadwalkan tayang pada 2028 dan diproyeksikan menjadi penutup perjalanan Dominic Toretto bersama keluarganya di dunia balap jalanan dan aksi internasional.