KEPOLISIAN Sektor (Polsek) Cerenti, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, mengambil tindakan tegas terhadap aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI). Tim gabungan yang didukung TNI dan aparat pemerintah setempat memusnahkan 12 unit rakit tambang emas ilegal milik masyarakat dengan cara dibakar pada Kamis (2/7).
Kapolsek Cerenti, Inspektur Polisi Satu (Iptu) Peri Padli, menjelaskan bahwa langkah represif ini bertujuan memberikan efek jera bagi para pelaku. Selain melanggar hukum, aktivitas PETI dinilai telah merusak tatanan lingkungan hidup secara masif di wilayah tersebut.
“Kami menindaklanjuti setiap laporan masyarakat terkait aktivitas PETI. Penambangan ilegal tidak hanya berdampak pada kerusakan lingkungan dan pencemaran sungai, tetapi juga mengancam keselamatan masyarakat. Penertiban akan terus kami lakukan secara berkelanjutan,” ujar Peri Padli dalam keterangannya di Pekanbaru, Jumat (3/7).
Kronologi Penertiban
Operasi pembersihan ini dilakukan dengan menyisir area yang ditengarai menjadi sarang operasi PETI di Kecamatan Cerenti. Personel gabungan harus menempuh jalur darat dan medan menantang di sepanjang pesisir sungai menggunakan dua unit mobil dan tiga unit sepeda motor untuk mencapai titik koordinat yang dilaporkan warga.
Sasaran pertama tim adalah hamparan Sungai Kuantan di kawasan Desa Koto Cerenti. Di lokasi ini, petugas menemukan dua unit rakit dompeng yang tengah beroperasi menyedot material dasar sungai. Petugas langsung melumpuhkan sarana tersebut dengan merusak komponen utama dan membakarnya hingga hangus.
Penyisiran kemudian berlanjut ke wilayah hilir, tepatnya di Desa Kampung Baru. Di lokasi kedua ini, petugas menemukan aktivitas yang lebih masif dan terorganisasi dengan ditemukannya 10 unit rakit PETI yang bersandar di sepanjang aliran sungai.
Pelaku Melarikan Diri
Meski berhasil memusnahkan belasan rakit, petugas tidak berhasil mengamankan satu pun pekerja maupun pemilik modal di lokasi kejadian. Para pelaku diduga telah mengetahui pergerakan aparat dan melarikan diri ke dalam hutan sebelum tim gabungan tiba di tepian sungai.
“Langkah meloloskan diri ini memang kerap menjadi pola klasik para penambang liar saat menghadapi operasi pembersihan berskala besar,” pungkas Peri.
Penertiban PETI di wilayah Kuantan Singingi terus ditingkatkan menyusul meningkatnya laporan pencemaran air sungai yang menjadi sumber kehidupan warga sekitar. (Ant/H-3)