Singapore Tourism Board (STB) dan Traveloka resmi memperpanjang kemitraan strategis mereka untuk mendorong lebih banyak wisatawan dari Asia Tenggara dan Australia berkunjung ke Singapura.
Kesepakatan yang menjadi kerja sama keempat sejak 2019 ini sekaligus memperluas cakupan kolaborasi dengan menghadirkan kampanye pemasaran berbasis data, promosi destinasi, hingga penguatan promosi berbagai acara internasional yang digelar di Negeri Singa.
Bagi Indonesia, kolaborasi tersebut memiliki arti penting mengingat Indonesia masih menjadi pasar wisatawan terbesar kedua bagi Singapura. Sepanjang 2025, sekitar 2,4 juta wisatawan asal Indonesia tercatat mengunjungi negara tersebut. Di sisi lain, Singapura juga terus menjadi salah satu destinasi luar negeri yang paling diminati pengguna Traveloka.
Melalui nota kesepahaman (MoU) terbaru yang ditandatangani pada 16 Juli 2026, kedua pihak sepakat memperkuat promosi Singapura tidak hanya di Indonesia, tetapi juga Malaysia, Thailand, Vietnam, dan untuk pertama kalinya Australia.
Kolaborasi Diperluas hingga Australia
Perpanjangan kerja sama ini melanjutkan kemitraan yang telah terjalin sejak April 2019 dan kemudian diperbarui pada Mei 2022 serta Januari 2024. Bedanya, kesepakatan terbaru menghadirkan cakupan yang lebih luas dengan memasukkan Australia sebagai pasar strategis baru.
Selain memperluas jangkauan geografis, STB dan Traveloka juga akan lebih agresif mempromosikan berbagai festival, konser, hingga acara hiburan internasional yang berlangsung di Singapura. Langkah tersebut diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan yang ingin menggabungkan pengalaman berlibur dengan menghadiri berbagai event kelas dunia.
Tidak hanya itu, kedua organisasi juga akan memanfaatkan teknologi dan analisis data untuk menghadirkan promosi yang lebih relevan sesuai karakteristik wisatawan di masing-masing negara.
Fokus pada Empat Program Utama
Dalam kerja sama terbaru ini, terdapat empat fokus utama yang akan dijalankan bersama.
Pertama, menghadirkan kampanye pemasaran bersama melalui platform Traveloka guna meningkatkan daya tarik Singapura sebagai destinasi wisata.
Kedua, menyediakan lebih banyak konten inspiratif yang membantu wisatawan menemukan pengalaman unik selama berada di Singapura.
Ketiga, menghubungkan promosi perjalanan dengan berbagai agenda tahunan yang digelar di Singapura sehingga wisatawan dapat merencanakan perjalanan berdasarkan event favorit mereka.
Keempat, memanfaatkan wawasan perjalanan berbasis data yang dikumpulkan dengan tetap menjaga privasi pengguna. Data tersebut akan digunakan STB untuk menyusun strategi pemasaran yang lebih efektif dan relevan di setiap pasar.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman yang lebih personal bagi wisatawan sekaligus meningkatkan efektivitas promosi destinasi.
STB: Traveloka Mitra Strategis untuk Menarik Wisatawan Berkualitas
Chief Executive Singapore Tourism Board, Melissa Ow, mengatakan Asia Tenggara dan Australia tetap menjadi kawasan yang sangat penting bagi pertumbuhan sektor pariwisata Singapura.
“Perpanjangan kemitraan ini mencerminkan pentingnya Asia Tenggara dan Australia bagi sektor pariwisata Singapura, sekaligus menunjukkan kuatnya hubungan jangka panjang kami dengan Traveloka,” ujar Melissa Ow.
Ia menambahkan bahwa jangkauan Traveloka yang luas menjadi salah satu alasan utama STB memperpanjang kolaborasi tersebut.
“Jangkauan Traveloka yang luas serta pemahamannya terhadap perilaku wisatawan di kawasan ini menjadikannya mitra strategis dalam upaya kami meningkatkan kunjungan wisatawan berkualitas dan memastikan Singapura tetap menjadi destinasi yang ingin dikunjungi kembali,” katanya.
Traveloka: Minat Berwisata ke Singapura Terus Meningkat
Co-founder Traveloka, Albert, mengungkapkan Singapura masih menjadi salah satu destinasi favorit pengguna Traveloka di berbagai negara. Bahkan, tren permintaan perjalanan menuju negara tersebut terus menunjukkan pertumbuhan positif.
“Singapura merupakan salah satu destinasi favorit bagi para pengguna kami, dan minat perjalanan terus menunjukkan pertumbuhan di berbagai pasar. Peran kami adalah menjadi mitra tepercaya yang menghubungkan wisatawan dengan pengalaman perjalanan terbaik melalui jangkauan audiens yang luas, insight konsumen, serta pengalaman pemesanan terintegrasi yang membantu STB menyampaikan cerita Singapura kepada wisatawan yang tepat,” ujar Albert.
Ia menilai perpanjangan kerja sama tersebut menjadi bukti hubungan jangka panjang yang dibangun kedua belah pihak selama lebih dari enam tahun.
“Setelah lebih dari setengah dekade bekerja sama, perpanjangan kemitraan ini menjadi bukti kepercayaan yang telah kami bangun bersama,” tambahnya.
AI dan Analisis Data Jadi Senjata Baru Promosi Wisata Singapura
Ke depan, STB dan Traveloka juga akan mengeksplorasi pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) serta analisis data untuk meningkatkan efektivitas promosi destinasi.
Melalui pendekatan tersebut, wisatawan akan memperoleh rekomendasi perjalanan yang lebih relevan, inspiratif, dan sesuai dengan minat masing-masing. Seluruh pemanfaatan data tetap dilakukan dengan mengedepankan tata kelola data serta perlindungan privasi pengguna sesuai kesepakatan kedua belah pihak.
Kolaborasi ini sekaligus menandai evolusi strategi pemasaran pariwisata Singapura yang semakin mengandalkan teknologi digital untuk menjangkau calon wisatawan secara lebih personal. Bagi wisatawan Indonesia, kerja sama ini diperkirakan akan menghadirkan lebih banyak kampanye promosi, inspirasi perjalanan, hingga penawaran menarik untuk menikmati berbagai pengalaman wisata dan hiburan di Singapura.