Transformasi digital Indonesia memasuki babak baru. Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan jaringan 5G kini menjadi dua fondasi utama yang diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi digital nasional dalam beberapa tahun ke depan.
Semangat tersebut menjadi tema utama dalam gelaran Selular Award ke-23 Tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Peninsula Jakarta, Senin (8/6/2026).
Mengusung tema “Leading The Future: Building Exponential Value in 5G Advance and AI Economy”, ajang tahunan ini tidak hanya memberikan penghargaan kepada para pelaku industri teknologi dan telekomunikasi, tetapi juga menjadi forum diskusi strategis mengenai masa depan ekosistem digital Indonesia.
CEO Selular Media Network, Uday Rayana, mengatakan bahwa penghargaan ini diberikan kepada perusahaan dan tokoh yang dinilai berkontribusi besar dalam mendorong transformasi digital di Indonesia.
Mengusung tema “Leading The Future: Building Exponential Value in 5G Advance and AI Economy”, ajang tahunan ini tidak hanya memberikan penghargaan kepada para pelaku industri teknologi dan telekomunikasi, tetapi juga menjadi forum diskusi strategis mengenai masa depan ekosistem digital Indonesia.
CEO Selular Media Network, Uday Rayana, mengatakan bahwa penghargaan ini diberikan kepada perusahaan dan tokoh yang dinilai berkontribusi besar dalam mendorong transformasi digital di Indonesia.
“Kami akan memberikan penghargaan kepada para pelaku industri yang telah berperan besar melakukan transformasi digital di Indonesia,” ujar Uday Rayana.
AI dan 5G Jadi Kunci Ekonomi Digital Indonesia
Dalam sesi diskusi panel, sejumlah pemangku kepentingan dari regulator hingga industri sepakat bahwa percepatan implementasi 5G dan AI membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Kemkomdigi, Denny Setiawan, menegaskan bahwa pemerintah memiliki visi menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat ekonomi digital terbesar di kawasan Asia Pasifik.
Menurutnya, pengembangan AI tidak dapat dipisahkan dari ketersediaan infrastruktur digital yang kuat, termasuk jaringan 5G yang merata.
Pandangan serupa disampaikan Adrian Lesmono selaku Consumer Business Lead NVIDIA Indonesia. Ia menyebut AI membutuhkan jaringan yang cepat dan stabil agar dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat maupun industri.
“5G merupakan kendaraan bagi AI untuk berjalan secara mulus,” ungkap Adrian.
Sementara itu, Group Head Regulatory Diplomacy & Advocacy XLSMART, Alvin Iskandar Aslam, menyampaikan komitmen perusahaannya dalam memperluas layanan 5G meskipun usia perusahaan hasil merger tersebut masih relatif muda.
Di sisi lain, Head of Government and Industry Relations Ericsson Indonesia, Ronni Nurmal, menilai AI dan 5G bukan lagi sekadar pilihan teknologi, melainkan kebutuhan untuk meningkatkan produktivitas nasional sekaligus memperkuat kedaulatan digital Indonesia.
Budiarto Halim Raih CEO of The Year
Selain menjadi ajang diskusi teknologi, Selular Award 2026 juga menjadi momen apresiasi bagi berbagai perusahaan dan tokoh yang mencatatkan prestasi sepanjang tahun.
Sorotan utama tahun ini jatuh kepada Presiden Direktur PT Erajaya Swasembada Tbk, Budiarto Halim, yang berhasil meraih penghargaan bergengsi CEO of The Year 2026.
Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilannya membawa Erajaya mencatatkan kinerja bisnis yang impresif sepanjang 2025 dengan pendapatan mencapai Rp76 triliun.
Menurut Uday Rayana, pencapaian tersebut menunjukkan bagaimana Erajaya berkembang dari bisnis ritel berskala kecil menjadi salah satu pemain terbesar di industri distribusi dan ritel teknologi Indonesia.
Menanggapi penghargaan tersebut, Budiarto Halim menyampaikan apresiasinya kepada seluruh tim Erajaya Group yang selama ini menjadi bagian penting dalam pertumbuhan perusahaan.
“Penghargaan ini tidak hanya untuk saya, tetapi juga tim Erajaya Group yang mengubah toko ponsel kecil dan kini memiliki ribuan toko ritel di berbagai daerah,” ujar Budiarto Halim.
Ia juga menegaskan bahwa penghargaan tersebut menjadi motivasi tambahan untuk terus membawa Erajaya berkembang lebih jauh di masa depan.
Telkom, Telkomsel, Indosat, hingga Samsung Raih Penghargaan
Sebanyak 40 penghargaan diberikan kepada perusahaan dari berbagai sektor mulai dari telekomunikasi, smartphone, laptop, perangkat wearable, perbankan digital, hingga peralatan rumah tangga pintar.
Beberapa penghargaan utama yang menarik perhatian antara lain:
- Telkomsel meraih penghargaan Best Digital Telco Operator.
- Indosat Ooredoo Hutchison dinobatkan sebagai Best 5G Infrastructure.
- XLSMART memenangkan kategori Best 5G Speed Networks.
- Samsung Galaxy S26 Ultra menyabet dua penghargaan sekaligus sebagai Best Flagship Smartphone dan Best Camera Smartphone.
- Sharp AQUOS sense10 berhasil menjadi Smartphone of The Year 2025 kategori Midrange.
- ShopeePay memenangkan kategori Best Digital Wallet Application.
- Telkom meraih penghargaan Telecom Company of The Year.
Kolaborasi antara regulator, operator telekomunikasi, penyedia teknologi, dan pelaku industri menjadi faktor penting untuk mempercepat adopsi AI serta jaringan 5G di Indonesia.
Dengan semakin kuatnya ekosistem digital nasional, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi digital terbesar di kawasan Asia Tenggara.