Fitur kamera 360 derajat atau Multi Around Monitor (MAM) kini semakin banyak digunakan pada mobil modern di Indonesia. Teknologi ini mulai menjadi salah satu fitur keselamatan yang diperhatikan konsumen, terutama untuk membantu manuver di jalan sempit, area parkir padat, hingga kondisi lalu lintas perkotaan yang semakin kompleks.
MAM bekerja dengan memanfaatkan empat kamera yang ditempatkan di bagian depan, belakang, serta sisi kiri dan kanan kendaraan. Kombinasi kamera tersebut menghasilkan tampilan visual menyeluruh di sekitar mobil atau bird eye view yang ditampilkan melalui layar head unit.
Fitur ini saat ini tersedia di sejumlah model kendaraan Mitsubishi Motors, termasuk keluarga Mitsubishi Xpander, Mitsubishi Xpander Cross, Mitsubishi Pajero Sport, Mitsubishi Xforce, hingga Mitsubishi Destinator.
Secara umum, sistem MAM akan aktif otomatis ketika pengemudi memindahkan tuas transmisi ke posisi R atau mundur. Setelah aktif, pengemudi dapat mengubah tampilan kamera melalui tombol di setir untuk melihat sudut depan, belakang, samping, maupun tampilan atas kendaraan.
Pada mode tampilan depan dan belakang, sistem memberikan sejumlah indikator visual untuk membantu pengemudi membaca jarak kendaraan terhadap objek sekitar. Garis merah menunjukkan jarak sekitar 50 sentimeter dari bumper, sementara dua garis hijau menandakan lebar kendaraan. Adapun garis oranye digunakan untuk memperlihatkan arah manuver kendaraan saat bergerak maju atau mundur.
Selain kamera, sistem ini juga didukung sensor ultrasonik yang akan memberikan peringatan visual ketika kendaraan terlalu dekat dengan objek lain. Indikator biasanya muncul dalam bentuk warna berkedip pada layar monitor.
Namun, fitur tersebut memiliki batasan tertentu. Tampilan bird eye view otomatis akan nonaktif ketika kendaraan melaju di atas 10 kilometer per jam, sementara tampilan samping akan berhenti bekerja ketika kecepatan melewati 30 kilometer per jam. Pembatasan itu dilakukan untuk alasan keselamatan agar pengemudi tetap fokus pada kondisi jalan secara langsung.
Sistem juga akan mati otomatis apabila kendaraan tidak bergerak atau tidak ada pengoperasian selama lebih dari tiga menit.
Meski dinilai membantu pengemudi, MAM bukan berarti membuat pengendara sepenuhnya bergantung pada kamera saat berkendara. Pengemudi tetap diwajibkan memperhatikan kondisi sekitar kendaraan secara langsung karena sudut pandang kamera tetap memiliki keterbatasan.
Penggunaan fitur ini juga perlu memperhatikan beberapa kondisi kendaraan. Kamera tidak akan bekerja optimal apabila kaca spion terlipat atau pintu bagasi belakang terbuka. Selain itu, pemasangan aksesori di sekitar kamera dapat mengganggu kualitas tampilan visual yang dihasilkan sistem.
Akurasi garis panduan pada layar juga dapat berubah ketika kendaraan membawa muatan penuh. Perubahan ketinggian mobil akibat beban tambahan membuat referensi jarak yang ditampilkan kamera bisa berbeda dengan kondisi aktual di lapangan.
Di tengah meningkatnya penggunaan kendaraan berteknologi keselamatan aktif di Indonesia, fitur seperti kamera 360 derajat mulai dianggap bukan lagi sekadar fitur tambahan, melainkan bagian penting untuk menunjang keamanan dan kenyamanan berkendara sehari-hari, khususnya di wilayah perkotaan dengan tingkat kepadatan lalu lintas yang tinggi.