Eksplorasi luar angkasa kembali menghadirkan momen menakjubkan. Kali ini, NASA membagikan video unik yang direkam menggunakan iPhone selama misi Artemis II.
Video tersebut memperlihatkan fenomena langka bernama Earthshine, di mana cahaya Matahari yang dipantulkan oleh Bumi menerangi kabin pesawat ruang angkasa Orion spacecraft.
Fenomena ini bukan hanya menarik secara visual, tetapi juga memberikan gambaran nyata tentang bagaimana cahaya bekerja di luar angkasa.
Fenomena Earthshine Tertangkap Kamera iPhone di Luar Angkasa
Dalam video yang dibagikan, terlihat jelas bagaimana wajah astronaut Christina Koch diterangi oleh cahaya lembut yang bukan berasal langsung dari Matahari, melainkan pantulan dari Bumi.
Inilah yang disebut sebagai Earthshine, sebuah fenomena di mana cahaya Matahari memantul ke permukaan Bumi, lalu dipantulkan kembali ke objek lain dalam hal ini, kabin Orion.
Menariknya, momen ini direkam hanya menggunakan iPhone, menunjukkan bagaimana teknologi smartphone modern kini mampu digunakan bahkan dalam kondisi ekstrem seperti luar angkasa. Video tersebut diambil pada hari kedua misi Artemis II saat kru sedang mengorbit Bulan.
Earthshine.
Artemis II astronaut Christina Koch captured this video of Earth outside the windows of the Orion spacecraft during the second flight day of the mission. Orion was roughly 33,800 miles (54,500 km) away from Earth when @Astro_Christina took this video. pic.twitter.com/1YBxVj4hi9
— NASA Artemis (@NASAArtemis) April 22, 2026
Setelah beberapa detik, Koch membalik kamera dan memperlihatkan pemandangan luar jendela kapsul. Bumi terlihat bersinar di kejauhan, dengan refleksi iPhone yang samar terlihat di kaca jendela—memberikan perspektif unik yang jarang bisa disaksikan publik.
Teknologi Sederhana, Hasil Luar Biasa
Penggunaan iPhone dalam misi luar angkasa mungkin terdengar sederhana, tetapi sebenarnya menjadi bukti bahwa perangkat konsumen kini memiliki kemampuan luar biasa.
Dengan kamera berkualitas tinggi dan stabilisasi canggih, iPhone mampu merekam fenomena astronomi yang sebelumnya hanya bisa ditangkap oleh peralatan khusus.
Hal ini juga menjadi langkah menarik bagi NASA dalam mendekatkan eksplorasi luar angkasa kepada publik. Dengan visual yang lebih “relatable”, masyarakat bisa merasakan pengalaman yang lebih dekat dengan kehidupan astronaut di luar angkasa.
Sekadar informasi, Artemis II sendiri merupakan bagian dari program besar NASA untuk membawa manusia kembali ke Bulan. Berbeda dengan misi sebelumnya, Artemis II membawa kru manusia untuk mengorbit Bulan sebagai persiapan menuju pendaratan di masa depan.
Momen seperti Earthshine ini tidak hanya memperkaya dokumentasi ilmiah, tetapi juga memperlihatkan sisi humanis dari eksplorasi luar angkasa.
Dari sekadar fenomena cahaya, kita bisa melihat bagaimana teknologi, manusia, dan alam semesta saling terhubung.