Juventus menutup laga uji coba pramusim melawan Chelsea dengan kemenangan tipis 1-0 di Kai Tak Stadium, Hong Kong, Rabu, 5 Agustus 2026. Gol tunggal Edon Zhegrova melalui tendangan melengkung spektakuler menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut.
Kemenangan ini memperpanjang tren positif Juventus selama pramusim di bawah Luciano Spalletti. Bianconeri kini mencatatkan empat clean sheet dari empat pertandingan musim panas.
Sebaliknya, Chelsea harus menerima kekalahan kedua secara beruntun dalam agenda pramusim. Sebelumnya, tim asuhan Marco Palestra juga takluk dari Tottenham Hotspur.
Juventus belum menurunkan susunan pemain yang diproyeksikan menjadi tim utama pada musim 2026/2027. Meski demikian, rekrutan baru Zeki Celik langsung mendapatkan kesempatan tampil sejak menit pertama.
Juventus memperoleh peluang awal melalui Andrea Cambiaso yang berada dalam posisi cukup menjanjikan. Namun, penyelesaian pemain asal Italia tersebut tidak sempurna sehingga gagal mengancam gawang Chelsea.
Chelsea kemudian membalas melalui Danny Welbeck setelah menerima umpan silang Geovany Quenda. Sundulan mantan penyerang Brighton & Hove Albion itu masih melebar tipis dari sasaran.
Pierre Kalulu juga memainkan peran penting dalam menjaga pertahanan Juventus. Bek asal Prancis tersebut berhasil memotong umpan tarik Marco Palestra yang berpotensi menciptakan peluang berbahaya bagi Chelsea.
Jamie Gittens sempat memperoleh kesempatan setelah menerima umpan dari Moises Caicedo. Namun, sentuhannya kurang sempurna sehingga bola tidak cukup kuat untuk menyulitkan kiper Juventus, Michele Di Gregorio.
Jeremie Boga kemudian melakukan beberapa pergerakan berbahaya menjelang turun minum. Salah satu aksinya memaksa penjaga gawang Chelsea melakukan penyelamatan sulit.
Marco Palestra menjadi salah satu pemain Chelsea yang cukup menonjol pada babak pertama. Pemain tim nasional Italia tersebut beberapa kali memperlihatkan kecepatannya dan melepaskan tembakan yang menguji refleks Di Gregorio.
Gol Indah Edon Zhegrova
Juventus akhirnya memecahkan kebuntuan pada menit ke-68 melalui aksi individu Edon Zhegrova. Gol tersebut tercipta setelah Kenan Yildiz memberikan bola kepada pemain internasional Kosovo itu di tepi kotak penalti.
Zhegrova mengontrol bola sebelum melepaskan tendangan melengkung menggunakan kaki kiri. Bola mengarah deras ke sudut atas tiang jauh dan tidak mampu dijangkau penjaga gawang Chelsea.
Gol tersebut menjadi momen istimewa bagi Zhegrova karena ia hampir dua tahun tidak mencetak gol. Penyelesaian itu sekaligus memperlihatkan kualitas teknik pemain berusia 27 tahun tersebut.
Masuk sebagai pemain pengganti pada awal babak kedua, Zhegrova memberikan perubahan signifikan terhadap serangan Juventus. Kehadirannya membuat permainan Bianconeri semakin berbahaya melalui sisi sayap.
Kenan Yildiz juga memberikan kontribusi penting meski baru masuk pada menit ke-63. Pemain muda Turki tersebut hanya membutuhkan waktu lima menit untuk menciptakan assist bagi gol kemenangan Juventus.
Pertandingan berjalan semakin panas setelah Juventus unggul. Gleison Bremer dan Romeo Lavia sempat terlibat ketegangan dalam salah satu duel di lapangan.
Situasi tersebut tidak berkembang menjadi insiden besar dan pertandingan kembali dilanjutkan. Juventus tetap mampu menjaga keunggulan hingga wasit meniup peluit panjang.
Pertahanan Bianconeri tampil disiplin menghadapi upaya Chelsea menyamakan kedudukan. Pergantian pemain yang dilakukan Spalletti juga tidak mengurangi kestabilan lini belakang Juventus.
Michele Di Gregorio bermain pada babak pertama sebelum digantikan Mattia Perin selepas turun minum. Kedua kiper tersebut sama-sama berhasil menjaga gawang Juventus tanpa kebobolan.
Laga melawan Juventus juga menjadi pertandingan emosional bagi Mykhaylo Mudryk. Winger asal Ukraina tersebut kembali memperkuat Chelsea setelah hukuman terkait kasus doping yang menimpanya dibatalkan.
Mudryk masuk menggantikan Nicolas Jackson pada menit ke-82. Penampilan itu menjadi pertandingan pertamanya sejak terakhir kali bermain pada November 2024.
Kembalinya Mudryk mendapat sambutan dari Chelsea setelah pemain tersebut cukup lama absen dari pertandingan kompetitif. Namun, waktu bermain yang singkat membuatnya belum mampu memberikan pengaruh besar terhadap hasil pertandingan.
Chelsea tetap gagal mencetak gol hingga akhir laga. Kekalahan 0-1 membuat klub London tersebut harus segera melakukan evaluasi sebelum memasuki kompetisi resmi.
Kemenangan atas Chelsea menjadi modal positif bagi Juventus menjelang musim 2026/2027. Selain menjaga rekor tanpa kebobolan, Bianconeri memperlihatkan kedalaman skuad melalui banyaknya pergantian pemain.
Luciano Spalletti memberi kesempatan kepada pemain utama, rekrutan baru, dan sejumlah pemain muda. Strategi tersebut digunakan untuk melihat kesiapan setiap pemain sebelum menentukan komposisi terbaik.
Juventus juga memperlihatkan kemampuan bertahan yang solid meskipun menggunakan beberapa kombinasi berbeda. Kalulu, Federico Gatti, Lloyd Kelly, Daniele Rugani, Bremer, dan Juan Cabal bergantian mengisi lini belakang.
Di lini tengah, Manuel Locatelli, Douglas Luiz, Teun Koopmeiners, Arthur, dan pemain muda Owusu mendapatkan menit bermain. Sementara Jonathan David, Arkadiusz Milik, dan Durmisi bergantian mengisi posisi penyerang.
Hasil ini membuat Juventus belum kebobolan dalam empat pertandingan pramusim. Catatan tersebut menjadi sinyal positif bagi Spalletti dalam membangun tim yang lebih kompetitif.
Susunan Pemain Chelsea vs Juventus
Chelsea: Sanchez (Penders 46); Palestra (Acheampong 65), Adarabioyo (Sarr 46), Fofana (Subuloye 68), Hato (Anselmino 65); Jazuli (Essugo 65), Caicedo (Lavia 65); Geovany (Estevao 46), Welbeck (Jackson 46, Mudryk 82), Gittens (Satpayev 65); Pedro (Delap 65).
Juventus: Di Gregorio (Perin 46); Kalulu (Koopmeiners 63), Gatti (Rugani 75), Kelly, Celik; Locatelli (Owusu 46, Arthur 75), Douglas Luiz (Cabal 63); Boga (Zhegrova 46), Miretti (Yildiz 63), Cambiaso (Bremer 46); Milik (David 46, Durmisi 75).
Hasil akhir: Chelsea 0-1 Juventus
Pencetak gol: Edon Zhegrova 68’