PECINTA padel di Kota Bandung kembali dimanjakan dengan hadirnya arena padel berstandard dunia. kehadiran Dago Padel Club yang memiliki kualitas lapangan dengan standar Eropa ini diklaim menjadi yang pertama di Indonesia.
Fasilitas olahraga yang berlokasi di Jalan Ir. H. Juanda, Dago, Kota Bandung ini pun langsung menyita perhatian pengusaha kenamaan sekaligus pencinta ikan koi asal Bandung, Hartono Soekwanto. Sosok yang akrab disapa Bos Koi ini menyampaikan rasa bangga, karena kotanya kini memiliki lapangan padel dengan kualitas terbaik di Tanah Air.
Sebagai pembuktian atas standard internasional yang diusung, Bos Koi bahkan memboyong langsung dua pemain padel profesional asal Argentina, yakni Maxi Sanchez Blasco serta Tiago Vallejos untuk menguji coba area permainan secara langsung.
“Ini yang dirasakan oleh Bos Koi, ternyata pemain-pemain dunia itu kayak begini pelintiran bolanya. Kita merasakan apa yang mereka rasakan,” kata Hartono, Sabtu (1/8).
Ia mengapresiasi keberanian manajemen Dago Padel Club dalam menghadirkan lapangan standard Eropa di Bandung. Terdapat berbagai keunggulan dari lapangan ini, mulai dari kualitas lantai, dinding kaca, hingga tinggi atap yang mencapai 16 meter demi kenyamanan ekstra pemain.
Dago Padel Club merupakan tempat pertama di Indonesia yang mengadopsi lapangan bermerek Alba, pabrikan penyedia resmi ajang bergengsi Premier Padel Tour dunia di Eropa. Tidak hanya itu, tempat ini jug jadi yang pertama di Tanah Air yang melapisi seluruh lapangannya menggunakan karpet tipe tertinggi, Mondo X3 yang memiliki struktur tiga benang untuk perlindungan maksimal bagi kaki serta menghasilkan pantulan bola yang lebih melintir.
Secara keseluruhan, arena yang menyediakan delapan lapangan berstandar Eropa ini terdiri dari dua lapangan tipe Major Set dan enam lapangan tipe Alba. Berkat penggunaan konstruktor berpengalaman asal Eropa, tingkat kerataan area menjadi sangat presisi tanpa titik mati, sehingga sangat aman bagi pemain berusia 40 tahun ke atas karena meminimalkan risiko tersandung dan cedera otot.
“Nilai investasi yang digelontorkan pun tergolong fantastis. Jika pembuatan lapangan standar biasa umumnya menelan biaya sekitar Rp300 juta, Dago Padel Club menggelontorkan dana lebih dari Rp1 miliar untuk tiap unit lapangannya. Secara total, manajemen menginvestasikan anggaran lebih dari Rp8 miliar demi mewujudkan delapan lapangan berstandar World Premier Tour Eropa pertama dan satu-satunya di Indonesia ini. Saya mengucapkan terima kasih pada teman-teman yang membuat lapang ini, Dago Padel Club, yang sudah membuat lapang Eropa terbaik di dunia untuk di Kota Bandung,” kata Bos Koi.