WAKAPOLDA Metro Jaya Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono menegaskan personel yang bertugas mengamankan kegiatan unjuk rasa di Jakarta pada Jumat (17/7), diminta untuk mengedepankan pendekatan yang humanis, sabar, dan terukur.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan bahwa pesan tersebut disampaikan langsung oleh Wakapolda saat memimpin apel kesiapan personel. Penekanan utama terletak pada pengendalian diri anggota di lapangan agar tidak mudah terpancing emosi.
“Bapak Wakapolda menekankan agar seluruh anggota menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat, tidak mudah terpancing emosi, mampu mengendalikan diri, serta bertindak sesuai prosedur,” ujar Budi Hermanto.
Kekuatan Personel Gabungan
Untuk memastikan keamanan dan ketertiban, Polda Metro Jaya mengerahkan sebanyak 4.839 personel gabungan. Kekuatan ini disebar untuk menjaga peserta aksi sekaligus memastikan aktivitas warga Jakarta lainnya tetap berjalan lancar.
Rincian personel gabungan tersebut meliputi:
- 3.728 personel Polda Metro Jaya.
- 340 personel dari Polres Metro Jakarta Pusat dan Polres Metro Jakarta Timur.
- 642 personel TNI.
- 129 personel Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, termasuk unsur Dishub, Satpol PP, Dinas Kesehatan, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan.
Satu Komando dan Larangan Senjata Api
Budi menegaskan bahwa seluruh pergerakan dan tindakan personel di lapangan wajib berada dalam satu komando. Selain itu, kepolisian telah melakukan pemeriksaan ketat terhadap perlengkapan anggota untuk memastikan tidak ada personel yang membawa senjata api selama pengamanan berlangsung.
Kehadiran petugas di lapangan memiliki fungsi ganda, yakni memberikan rasa aman bagi massa aksi dan membantu mobilitas masyarakat yang melintas di sekitar lokasi kegiatan.
Titik Penempatan dan Rekayasa Lalu Lintas
Petugas ditempatkan di sejumlah titik strategis di jantung ibu kota, di antaranya:
- Kawasan Monas dan Patung Kuda.
- Bundaran HI, Jalan MH Thamrin, dan Jalan Jenderal Sudirman.
- Dukuh Atas, Harmoni, dan Tugu Tani.
- Semanggi dan Bundaran Senayan.
Terkait arus lalu lintas, pihak kepolisian akan menerapkan rekayasa secara situasional. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan jika terjadi pengalihan arus kendaraan.
Polda Metro Jaya turut mengajak para peserta aksi untuk menyampaikan aspirasi secara damai, menaati aturan hukum yang berlaku, dan tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan darurat, kepolisian menyediakan layanan Polri 110 atau dapat menghubungi petugas terdekat di lokasi. (Ant/H-4)