Memasuki pertengahan tahun 2026, pasar mobil Multi-Purpose Vehicle (MPV) bekas di Indonesia terpantau makin bergeliat karena lonjakan permintaan menjelang musim libur sekolah. Kendaraan roda empat berkapasitas besar ini tetap jadi primadona utama keluarga Indonesia yang mendambakan kenyamanan perjalanan jauh tanpa bikin dompet jebol.
Bicara soal budget, pergerakan harga pasar bulan ini sangat bervariasi tergantung kondisi fisik unit, riwayat servis, hingga tahun produksinya. Biar kamu gak boncos alias salah beli, yuk intip rangkuman harga pasar MPV seken paling hits per Juni 2026 berikut ini.
1. Segmen LCGC & LMPV Ekonomis (Mulai Rp70 Jutaan)
Bagi kamu kaum mendang-mending yang baru pertama kali mau beli mobil, segmen Low MPV dan LCGC 7-seater ini adalah jawaban paling logis. Konsumsi bahan bakarnya yang super irit dijamin gak bakal bikin pusing saat dipakai keliling kota bareng keluarga besar.
- Toyota Avanza
- Tahun 2011–2014: Rp79.000.000 – Rp110.000.000
- Tahun 2015–2017: Rp129.000.000 – Rp151.000.000
- Daihatsu Xenia
- Tahun 2014–2017: Rp104.000.000 – Rp144.000.000
- Tahun 2018–2024: Rp141.000.000 – Rp231.000.000
- Suzuki Ertiga
- Tahun 2012–2015: Rp80.000.000 – Rp129.000.000
- Tahun 2016–2019: Rp126.000.000 – Rp196.000.000
- Toyota Calya / Daihatsu Sigra
- Tahun 2017–2020: Rp100.000.000 – Rp130.000.000
- Tahun 2021–2023: Rp125.000.000 – Rp145.000.000
Melihat angka di atas, duet maut Avanza-Xenia lansiran tua ternyata masih jadi penguasa pasar dengan harga yang bertahan sangat stabil. Sementara itu, Suzuki Ertiga generasi awal bisa jadi opsi terbaik kalau kamu mengincar kenyamanan suspensi yang lebih empuk.
2. Segmen Pintu Geser / Sliding Door (Compact & Medium MPV)
Beralih ke barisan mobil praktis, MPV pintu geser (sliding door) belakangan ini lagi naik daun banget di kalangan keluarga urban. Akses keluar masuk kabin yang super gampang bikin mobil jenis ini ramah banget buat anak kecil maupun lansia.
- Nissan Evalia / Daihatsu Luxio (2012–2015): Rp65.000.000 – Rp95.000.000
- Honda Freed (2012–2015): Rp115.000.000 – Rp165.000.000
- Toyota Sienta (2016–2021):
- Tahun 2016–2018: Mulai Rp125.000.000
- Tahun 2019–2021: Rp160.000.000 – Rp190.000.000
- Mazda Biante (2013–2017): Rp135.000.000 – Rp185.000.000
- Nissan Serena (Generasi C26, 2013–2018): Rp105.000.000 – Rp190.000.000
Secara mengejutkan, Honda Freed seken harganya masih terus bertahan tinggi karena eksteriornya yang timeless dan kenyamanan captain seat-nya. Tapi kalau kamu pengen tahun yang agak muda dengan fitur kekinian, Toyota Sienta atau Nissan Serena C26 layak masuk wishlist.
3. Segmen Medium MPV (Kijang Innova)
Kalau kamu punya dana lebih dan butuh mobil tangguh yang siap melibas segala medan, Kijang Innova adalah rajanya. Ketangguhan kaki-kaki serta kabinnya yang kedap bikin mobil ini gak pernah sepi peminat di bursa mobil bekas.
- Kijang Innova (Generasi Grand New, 2011–2015): Rp111.000.000 – Rp210.000.000
- Innova Reborn (2016–2018): Rp240.000.000 – Rp350.000.000
Menariknya, Innova Reborn varian mesin diesel dengan transmisi otomatis (A/T) jadi tipe yang paling dicari pemburu mobil saat ini. Nilai depresiasi harganya sangat minim karena kombinasi tenaganya yang buas namun tetap hemat bahan bakar.
4. Segmen Premium MPV
Terakhir untuk kamu yang mengutamakan kemewahan tiada tara dan kenyamanan kelas VIP, kasta Premium MPV adalah jawabannya. Desainnya yang prestisius dijamin bakal mendongkrak status sosial kamu saat menghadiri acara penting atau silaturahmi.
- Toyota Alphard (Varian 2.5 G, Generasi Ketiga)
- Tahun 2015–2016: Rp415.000.000 – Rp480.000.000
- Tahun 2018: Kisaran Rp585.000.000
Meskipun statusnya mobil bekas, kenyamanan suspensi dan kemewahan interior Alphard generasi ketiga ini masih sulit ditandingi mobil baru sekelasnya. Kamu tinggal pintar-pintar memilih unit dengan rekam jejak servis berkala yang jelas agar tidak pusing di biaya perawatan.
Tips Cerdas Sebelum Transaksi
Pastikan membawa jasa montir atau inspektor independen tepercaya demi mendeteksi riwayat banjir maupun tabrakan besar pada mobil incaran. Jangan mudah tergiur harga murah di bawah standar pasar, sebab bisa jadi ada masalah hukum pada dokumen kendaraan atau kondisi mesin yang membutuhkan perbaikan total.