Rencana Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk menunaikan ibadah haji pada 2026 dipastikan batal. Kepastian itu disampaikan langsung oleh Purbaya saat ditemui wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis.
Meski sempat mempersiapkan keberangkatan ke Tanah Suci dalam beberapa pekan terakhir, ia mengaku belum mendapat kesempatan untuk menjalankan rukun Islam kelima tahun ini.
“Nggak jadi,” kata Purbaya sambil tertawa kecil ketika ditanya mengenai keberangkatannya ke Arab Saudi, seperti dilansir Mashable Indonesia dari Antara.
Purbaya menegaskan batalnya keberangkatan tersebut bukan karena adanya permintaan dari Presiden RI Prabowo Subianto maupun lantaran tugas negara yang mendadak harus dijalankan. Ia memastikan keputusan itu murni terjadi karena dirinya merasa belum mendapatkan waktu dan rezeki untuk berangkat haji tahun ini.
“Nggak, nggak diminta Presiden, belum saatnya mungkin, belum rezekinya,” ujar Purbaya.
Pernyataan itu sekaligus menjawab spekulasi yang berkembang terkait kemungkinan adanya agenda pemerintahan yang membuatnya membatalkan perjalanan ibadah tersebut. Purbaya memilih menanggapi situasi itu dengan santai meski tetap mengaku sedih karena gagal berangkat ke Tanah Suci.
Menurut dia, keinginan untuk menunaikan ibadah haji masih sangat besar. Karena itu, ia berharap pada musim haji berikutnya bisa kembali mendapat kesempatan berangkat bersama keluarga.
“Ya sedih, sedih nggak sedih lah, karena emang belum saatnya mungkin. Doa-in tahun depan nggak batal lagi,” kata Purbaya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pembatalan keberangkatan bukan hanya berlaku untuk dirinya pribadi, melainkan seluruh anggota keluarga yang sebelumnya direncanakan ikut menunaikan ibadah haji bersama.
“Sekeluarga semua batal,” ujarnya singkat.
Sebelumnya, Purbaya sempat menyampaikan rencananya untuk bertolak ke Tanah Suci pada Kamis, 21 Mei 2026, apabila tidak ada hambatan. Pernyataan itu disampaikan saat dirinya berada di Kompleks Istana Kepresidenan beberapa hari sebelum jadwal keberangkatan.
“Kamis (21/5), kalau nggak ada halangan,” ucapnya kala itu.
Ia bahkan mengaku telah melakukan berbagai persiapan jelang keberangkatan haji sejak dua pekan sebelumnya. Persiapan yang dilakukan bukan hanya terkait kondisi fisik, tetapi juga memperdalam pemahaman mengenai tata cara ibadah dan doa-doa selama menjalankan rangkaian haji.
“Persiapan haji sudah dua minggu lalu, sudah belajar tapi doa-doanya, masih lupa juga,” kata Purbaya sambil tersenyum.
Purbaya juga sempat mengungkapkan rencana durasi pelaksanaan ibadah hajinya. Ia memperkirakan akan berada di Arab Saudi selama sekitar 10 hari untuk menjalankan seluruh rangkaian ibadah.
“10 hari,” ujarnya singkat ketika ditanya mengenai lama perjalanan.
Batalnya keberangkatan Purbaya menambah daftar pejabat negara yang harus menunda rencana ibadah haji karena berbagai alasan. Meski demikian, Purbaya tampak berusaha menerima situasi tersebut dengan lapang dada dan menyerahkan semuanya sebagai bagian dari ketentuan Tuhan.
Pernyataan belum rezeki yang disampaikan Purbaya juga menjadi sorotan karena mencerminkan keyakinannya bahwa kesempatan menunaikan ibadah haji tidak hanya ditentukan kesiapan finansial maupun administrasi, tetapi juga momentum yang tepat. Ia pun berharap tahun depan tidak ada lagi kendala yang membuat rencananya tertunda.
Di tengah kesibukannya sebagai Menteri Keuangan, Purbaya sebelumnya memang terlihat antusias menyambut perjalanan spiritual tersebut. Persiapan yang telah dilakukan selama beberapa pekan menjadi bukti keseriusannya untuk menjalankan ibadah haji bersama keluarga. Namun pada akhirnya, rencana itu harus ditunda.
Meski gagal berangkat tahun ini, Purbaya memastikan dirinya tetap berdoa agar bisa memperoleh kesempatan menunaikan ibadah haji pada musim berikutnya. Harapan itu disampaikan langsung kepada wartawan sambil meminta doa agar rencana keberangkatannya pada tahun depan tidak kembali batal.