Raksasa otomotif Toyota Indonesia melalui PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) resmi memboyong program Toyota Eco Youth (TEY) Jelajah Nusantara ke jantung Pulau Sulawesi. Bertempat di Rantepao, Toraja Utara, inisiatif ini bertujuan menantang generasi muda untuk menciptakan inovasi pelestarian alam yang berakar pada kekayaan tradisi setempat.
Dalam kunjungan strategis ke SMK Negeri 2 Rantepao pada Rabu (15/4/2026), perwakilan Toyota berinteraksi langsung dengan para siswa untuk mendorong partisipasi aktif dalam kompetisi ide proyek lingkungan. Toraja Utara dipilih karena dinilai memiliki keterikatan yang kuat antara kearifan lokal dengan keberlanjutan ekosistem.
Presiden Direktur TMMIN, Nandi Julyanto, menjelaskan bahwa TEY Jelajah Nusantara adalah langkah strategis untuk menjangkau wilayah-wilayah yang memiliki potensi besar namun belum terakses secara optimal. Menurutnya, pemahaman mendalam siswa terhadap kondisi geografis dan budaya lokal merupakan modal utama dalam menciptakan solusi lingkungan yang aplikatif.
“Kearifan lokal di setiap daerah menyimpan potensi besar sebagai jawaban atas tantangan lingkungan. Melalui program ini, kami membuka ruang bagi lahirnya gagasan yang relevan dengan kondisi masyarakat setempat, namun memiliki dampak kontribusi yang luas,” ujar Nandi Julyanto di hadapan para siswa dan pengajar.
Program Toyota Eco Youth bukanlah agenda baru dalam dunia pendidikan Indonesia. Sejak pertama kali digulirkan pada tahun 2005, kompetisi ini telah konsisten berjalan selama lebih dari dua dekade.
Hingga tahun 2026, TEY telah mencatatkan pencapaian luar biasa dengan melibatkan 2.083 sekolah dari 34 provinsi di seluruh Indonesia dan 9.972 ide proyek lingkungan yang telah dikompetisikan.
Capaian tersebut menegaskan bahwa generasi muda di tingkat SMA dan sederajat memiliki kepedulian tinggi terhadap isu perubahan iklim dan degradasi lingkungan, asalkan diberikan wadah yang tepat untuk berekspresi.
Toyota Indonesia menempatkan tanggung jawab sosial (CSR) sebagai bagian integral dari visi perusahaan. Fokus pengembangan mereka bertumpu pada tiga pilar utama: lingkungan, pendidikan, dan pengembangan masyarakat.
Melalui TEY Jelajah Nusantara, Toyota tidak hanya sekadar mengadakan lomba, tetapi juga melakukan edukasi berkelanjutan. Di Toraja, para siswa diajak untuk melihat keunikan daerah mereka—seperti pengelolaan limbah domestik di kawasan wisata atau konservasi hutan adat—sebagai sumber inspirasi solusi teknologi hijau.